Arsip Blog

Mengapa?

Di sudut kamar yang sepi
Ku rasa malam kian membunuhku
Keheningan ini kian menyiksaku
Mengingatkan pada perih di hati
Aku tak mampu terpejam
Meski telah lelah raga ini
Pikiranku seakan memenjarakanku
Dalam lamunan tak menentu
Read the rest of this entry

Kala kau pergi

Ketika malam bertambah gelap
Dan rintik hujan temani bulan
Aku…
Masih di sini
Di antara bayang sribu sesal
Ku tiarapkan asa yang gagal
Aku…
Kian terpuruk
Read the rest of this entry

Hasrat mudaku

Terbakar jiwa mudaku
Oleh api asmaramu
Laksana kuda liar di padang
Haus aku akan air cintamu
Betapa merindunya aku padamu
Rindu pada belai mesramu
Read the rest of this entry

Kekasihku

Ku lihat keteduhan
begitu mendalam di matamu
Dan pancaran mentari pagi
merebak dari wajahmu
Sempurnanya engkau sayang
sesempurna cinta yang kau berikan
Read the rest of this entry

Sayangku

Kau telah menawan hatiku
Memenjarakanku dalam hatimu
Terantai sudah jiwaku
Terbelenggu dalam cintamu
Sungguh ku tak berkutik di hadapmu
Layaknya terpaku kuat dalam aliran asmaramu
Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.294 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: