Bulan yang sendu

Aku merenung di tengah malam,
saat ku rasa sepi dan sedih
mencari yang tak ada
mengharap yang tak mungkin
tentang hidup yang menjanjikan surga

Aku bersembunyi di balik dinding penyesalan
Bertopengkan segala impian masa silam
Dan kini terpekur di tepi penantian
tentang bulan yang selalu murung…

Malam semakin meninggalkan sejarah
kian membawa lari bulan dariku
Aku juga tetap kesepian dan sedih
yang hanya mampu menatap
sang dewi malam
yang juga tlah tenggelam di ufuk pagi…

Aku, masih terpekur sendirian…

Karya Sahabat ku: Irmayani Fransiska Simatupang

Posted on 25/02/2013, in Puisi galau and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

CaraKata

Blog Endah Wijayanti

Nonikhairani

Once You Make a Decision, The universe Conspires To Make It Happen

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Ika Koentjoro's Blog

Menulis untuk berbagi inspirasi......

Boelatuk

Informasi, Konsultasi, + Bumbu Terasi.

blogsiinengce

Sharing becouse caring

Lady in the Red

Red is cool like when you write

%d blogger menyukai ini: