Pemulung tua

images

Terseok-seok ku seret kakiku
menyusuri lorong demi lorong penuh lubang
Jalan yang ku lalui tak rata dan penuh liku
Bebatuan yang tajam dan licin terkadang menyulitkanku
Namun langkah kakiku tak pernah berhenti
membawa tubuh renta ini menyusuri waktu . . .

Tak ku hiraukan sekelilingku
Nyanyian sumbang dari mulut-mulut penuh nafsu
sering sekali mengusik pendengaranku
Ku anggap itu seperti ujian buatku
Agar aku lebih bisa menahan amarah
Dan menjadi sosok yang lebih tegar lagi . . .

Aku memang berteman dengan sampah
sebab dari sampah aku bisa meneguk setetes air
atau sesuap nasi untuk tubuhku
Namun itu lebih baik daripada mereka
Mereka juga sampah!
Sampah yang mengotori bangsa ini dengan pikiran dan perbuatan nista mereka!
Sampah yang terbungkus dengan sampul yang elit
namun berbau sangat busuk di dalamnya!

Aku memang miskin dan berkekurangan
Tak ada rumah yang nyaman untuk ku bernaung dari hujan dan panas mentari
Tak ada kasur yang empuk untukku baringkan tubuh penatku
Tapi itu lebih baik daripada mereka
Mereka yang bernaung di bawah atap kedengkian
Dan tertidur pulas di atas kemerosotan moral yang parah!
Serta merampas mimpi-mimpi orang tertindas!

Aku juga buruk rupa
Wajahku penuh sayatan luka dan derita
juga parut bekas perjuangan mempertahankan azasiku
Kulitku melepuh terbakar oleh teriknya mentari
Namun itu lebih baik daripada mereka
Mereka tersenyum manis bagaikan malaikat
yang seolah-olah merentangkan sayapnya untuk melindungi
Namun sekejab mereka berubah beringas dan bermuka setan!
Mencekik menghisap darah orang-orang miskin, sepertiku!

Aku hanya pemulung tua yang hina
Namun aku tak sehina mereka yang mengaku dirinya orang mulia.
Meski kaki-kakiku kian terluka
Aku tetap tegar berjalan di jalan kebenaran
Bukan berjalan di atas kepala orang lain
seperti mereka . . .

By: Irmayani Fransiska Simatupang

About irmayanifransiska

Aku tak berharap menjadi bintang di langit atau berkilau laksana mutiara di laut . Aku hanya ingin menjadi dian dalam kegelapan dan seperti garam dalam kehidupan. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri namun berharap bisa memberi kebahagiaan walau hanya sekejab bagi orang lain.

Posted on 08/03/2013, in Puisi kehidupan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

CaraKata

Blog Endah Wijayanti

Nonikhairani

Once You Make a Decision, The universe Conspires To Make It Happen

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Ika Koentjoro's Blog

Menulis untuk berbagi inspirasi......

Boelatuk

Informasi, Konsultasi, + Bumbu Terasi.

blogsiinengce

Sharing becouse caring

Lady in the Red

Red is cool like when you write

%d blogger menyukai ini: