Hujan

sajakimages
Langit mulai mendung
Sepertinya awan di atas sana mulai penuh
terlihat gelap dan berat
Angin begitu ringan , mengalir di udara
Raja siang pun menyembunyikan diri di balik mega
Sementara guruh mulai bernyanyi…

Tapi aku tak bergeming di sini
di tempat yang kau janjikan
Kau akan datang menemuiku
di bangku tua ini
ku setia menanti…

Hujan turun, sayang
Deras, bagaikan tetesan air mataku
Kau tak jua datang
Mengapa?
Aku berhenti berharap
Akhirnya, ku biarkan kakiku melangkah
Menjauh dari penantian semu
Menjauh dari mimpi tentangmu…

Hujan sembunyikan tangisku
Perlahan aku pun melangkah jauh
Sendirian tanpa kehadiranmu…

By: Irmayani Fransiska

About irmayanifransiska

Aku tak berharap menjadi bintang di langit atau berkilau laksana mutiara di laut . Aku hanya ingin menjadi dian dalam kegelapan dan seperti garam dalam kehidupan. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri namun berharap bisa memberi kebahagiaan walau hanya sekejab bagi orang lain.

Posted on 16/03/2013, in Puisi patah hati and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

CaraKata

Blog Endah Wijayanti

Nonikhairani

Once You Make a Decision, The universe Conspires To Make It Happen

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Ika Koentjoro's Blog

Menulis untuk berbagi inspirasi......

Boelatuk

Informasi, Konsultasi, + Bumbu Terasi.

blogsiinengce

Sharing becouse caring

Lady in the Red

Red is cool like when you write

%d blogger menyukai ini: