Jalanku

Biarkan saja hujan mengguyur ragaku
Agar dingin segera isi kepalaku
Setumpuk berkas-berkas hitam menggunung di benakku
Ingin segera ku musnahkan dari memori otakku

Amarahku meledak di tengah kemelut hidupku
Berharap mentari kan membakar hangus mimpiku
Rasanya percuma benih ku semai
Jika nantinya luka yang ku tuai

Ingin meneriakkan isi hatiku
Agar semua tahu sakitnya aku
Ingin ku kabarkan lewat bayu
Hal terakhir yang ingin ku raih
Namun mulutku bungkam
Tak mampu berkata-kata

Tersenyum mungkin sekedar ilusi
Seperti siluet yang berkelebat cepat
Tanpa makna tanpa pelipur lara
Hanya lambang penuh kebodohan
Dan aku kian tertatih diseret arus jaman

By : Irmayani Fransiska

About irmayanifransiska

Aku tak berharap menjadi bintang di langit atau berkilau laksana mutiara di laut . Aku hanya ingin menjadi dian dalam kegelapan dan seperti garam dalam kehidupan. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri namun berharap bisa memberi kebahagiaan walau hanya sekejab bagi orang lain.

Posted on 21/04/2013, in Puisi kehidupan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

CaraKata

Blog Endah Wijayanti

Nonikhairani

Once You Make a Decision, The universe Conspires To Make It Happen

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Ika Koentjoro's Blog

Menulis untuk berbagi inspirasi......

Boelatuk

Informasi, Konsultasi, + Bumbu Terasi.

blogsiinengce

Sharing becouse caring

Lady in the Red

Red is cool like when you write

%d blogger menyukai ini: