Burung sumbang

Hei tengoklah sekejab!
Jiwa-jiwa kering kami
Yang lama terabaikan olehmu
Kau penerus yang lalai
Membusungkan dada di atas pencakar langit
Pongah dengan aturan mainmu sendiri!

Hei tengoklah ke belakang!
Siapa yang tlah berkalang tanah demi negerimu ?!
Siapa yang bersimbah darah demi tanahmu ?!
Siapa yang lantang menyerukan keadilan demi rakyatmu ?!
Siapa yang rela melayangkan nyawa demi bangsamu ?!

Tahta yang kau singgahi
Laksana emas yang kau selewengkan
Tirani merantai jiwa-jiwa kecil
Yang berteriak putus asa
Kelaparan dahaga dan hilang
Apa kau dengar itu ?!

Kami yang tlah menjadi tanah hitam
Haruskah bangkit kembali dari alam maut ?!
Menyaksikan kelalaianmu
Membuat jiwa-jiwa pendahulumu mengerang !
Langit menangis
Bumi terguncang
Semua hilang
Kau pun juga akan musnah
Digerogoti oleh kemunafikan!

By : Irmayani Fransiska

About irmayanifransiska

Aku tak berharap menjadi bintang di langit atau berkilau laksana mutiara di laut . Aku hanya ingin menjadi dian dalam kegelapan dan seperti garam dalam kehidupan. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri namun berharap bisa memberi kebahagiaan walau hanya sekejab bagi orang lain.

Posted on 04/05/2013, in Puisi kehidupan and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Bagus..
    ayo, bahasanya lebih eksplor lagi…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s