Lirih

Pagi yang dingin
seirama kabut melayang
turun menutupi sebahagian alam
Miris
Dedaunan dengan enggan menggeliat pelan
menahan dingin yang tertahan
Laksana aku
menahan rasa yang tertinggal

Biasanya pagi membawa senyuman sang mentari
Tidak untukku kali ini
Sepertinya kabut merayapi jiwaku
dan ragaku melemah
Duri dalam dada terasa kian menusuk
menimbulkan nyeri yang sangat
Memaksa bibir menyungging senyum
Yang terpancar hanyalah derai sendu

Bayang-bayang masa lalu merantai pikiran
Membebat akal memasung jiwa
Menghalangiku melangkah lagi
Dan lagu perindu sayup membunuhku
perlahan
aku hilang
takkan ada yang mencari
lenyap tersapu angin
seperti debu

Pagi yang dingin
Sirna sudah mentariku
sekejab hujan membasuh luka
aku
terkubur mimpi

By : Irmayani Fransiska

About irmayanifransiska

Aku tak berharap menjadi bintang di langit atau berkilau laksana mutiara di laut . Aku hanya ingin menjadi dian dalam kegelapan dan seperti garam dalam kehidupan. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri namun berharap bisa memberi kebahagiaan walau hanya sekejab bagi orang lain.

Posted on 31/05/2013, in Puisi sedih and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

CaraKata

Blog Endah Wijayanti

Nonikhairani

Once You Make a Decision, The universe Conspires To Make It Happen

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Ika Koentjoro's Blog

Menulis untuk berbagi inspirasi......

Boelatuk

Informasi, Konsultasi, + Bumbu Terasi.

blogsiinengce

Sharing becouse caring

Lady in the Red

Red is cool like when you write

%d blogger menyukai ini: