Mengapa?

Di sudut kamar yang sepi
Ku rasa malam kian membunuhku
Keheningan ini kian menyiksaku
Mengingatkan pada perih di hati
Aku tak mampu terpejam
Meski telah lelah raga ini
Pikiranku seakan memenjarakanku
Dalam lamunan tak menentu

Mengapa ada perjumpaan
jika akhirnya harus terpisahkan?
Mengapa harus ku kenal dia
jika hanya untuk ditinggalkan?
Mengapa harus ada awal bahagia
jika hanya diakhiri dengan derita?

Tiada aku menemukan jawabnya
Setia dan cinta terkadang tak seirama
Aku menggenggam segumpal awan
yang akhirnya berubah jadi titik-titik air
Perih sekali…

Di sudut kamar dingin ini
Aku masih terpuruk mati
Hanya ragaku yang masih bernyawa
Namun jiwaku telah melayang pergi
Aku masih terus dan terus bertanya
“Mengapa ini terjadi padaku?!”

By : Irmayani Fransiska

About irmayanifransiska

Aku tak berharap menjadi bintang di langit atau berkilau laksana mutiara di laut . Aku hanya ingin menjadi dian dalam kegelapan dan seperti garam dalam kehidupan. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri namun berharap bisa memberi kebahagiaan walau hanya sekejab bagi orang lain.

Posted on 14/06/2013, in Puisi patah hati and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

CaraKata

Blog Endah Wijayanti

Nonikhairani

Once You Make a Decision, The universe Conspires To Make It Happen

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Ika Koentjoro's Blog

Menulis untuk berbagi inspirasi......

Boelatuk

Informasi, Konsultasi, + Bumbu Terasi.

blogsiinengce

Sharing becouse caring

Lady in the Red

Red is cool like when you write

%d blogger menyukai ini: