Hati yang terluka

Hati yang terbalut air mata
Tersembunyi dalam pekatnya jiwa
Berharap angin yang berhembus
Dapat mengeringkannya walau sebentar

Beribu kalimat menari di kepala
Kata-kata indah pelipur lara
Namun bibir terjahit realita
Hanya bungkam tak mengeluarkan sepatahpun kata
Diam membatu tak bergeming

Siapa yang bisa menebak,
isi hati dibalik senyum bermadu?
Siapa yang bisa menduga,
esok hari mentari cerah atau mendung?
Tak guna berkata-kata
Bila tiada telinga sudi dengarkan

Hati yang terbungkus trauma
Meringkuk di balik dinding penyesalan
Mungkin benar Tuhan beri cobaan
Ataukah ini sebuah hukuman?
Hidup terus berjalan…

About irmayanifransiska

Aku tak berharap menjadi bintang di langit atau berkilau laksana mutiara di laut . Aku hanya ingin menjadi dian dalam kegelapan dan seperti garam dalam kehidupan. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri namun berharap bisa memberi kebahagiaan walau hanya sekejab bagi orang lain.

Posted on 13/07/2013, in Puisi sedih and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

CaraKata

Blog Endah Wijayanti

Nonikhairani

Once You Make a Decision, The universe Conspires To Make It Happen

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Ika Koentjoro's Blog

Menulis untuk berbagi inspirasi......

Boelatuk

Informasi, Konsultasi, + Bumbu Terasi.

blogsiinengce

Sharing becouse caring

Lady in the Red

Red is cool like when you write

%d blogger menyukai ini: