Arsip Kategori: Puisi untuk orang tua

Oh Bunda

Hening duniaku , Bunda
Dalam kehampaan hati
Ingin mengadukan dukaku
Ingin meneriakkan tangisku
Ingin mencurahkan kisahku
Aku anakmu yang gagal ini
Read the rest of this entry

Hapus air matamu, Mama

Ketika waktu kian membawaku larut
Lebur dalam kehidupan masa kini
Saat ego dan gengsi menekanku
Saat itu aku lupa siapa diriku
Aku lupa harga diri dan jati diriku

Aku yang merasa hebat dengan diri sendiri
Membawa jiwaku jauh ke lembah nista
Tak ku hirau kata-katamu
Tak peduli dengan perhatian dan nasehatmu
Tak memahami betapa kawatirnya kau padaku

Read the rest of this entry

Peluk aku, Bunda

Maafkan aku, Bunda
Tlah ku teteskan air matamu
Keegoisanku membutakan nuraniku
Aku larut dalam duniaku yang baru
Kian tenggelam dalam jurang kenistaan

Maafkan aku, Bunda
Aku tak bisa menjadi sperti yang kau harap
Diriku bukan seperti pribadi yang dulu sering kau peluk
Aku berlari mengejar bayang-bayang semu
Menikmati indahnya ilusi dunia
Nafsu membara yang kian meracuni akal sehatku
Read the rest of this entry

Ibuku sayang, Anakmu malang

image

Tuhan…
ijinkan aku bicara dengan ibuku
Aku hanya ingin bertanya
Mengapa aku harus terbuang?
Sedang aku tak pernah tahu apa salahku
dan aku masih belum sempat bertanya
tapi nafasku telah hilang dari ragaku

Read the rest of this entry

Titip salam untuk ibu

Malam semakin larut
Tapi mata tak jua terpejam
Gelap
Hening
Dingin
Dan sepi yang mulai merayapi jiwa

Aku merasa kesepian
Aku hilang arah tanpanya
Ibarat berjalan di tengah padang arafah
Panas
Lelah
Lapar
Dan haus yang memeluk erat tenggorokanku
Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.292 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: