Jenis Karangan

Aѕѕαℓαмυ’αℓαιкυм SajakLover semua, sebelum saya menjelaskan betapa gantengnya saya jenis-jenis karangan, ada baiknya jika kalian semua terlebih dahulu mengenal siapa saya menyiapkan sebungkus rokok dan segelas kopi buku dan pena untuk mencatat.:mrgreen:

Jika rokok dan kopinya buku dan penanya sudah siap, silahkan di minum dan di hisap rokoknya baca dan di catat.

Jenis-jenis karangan ada 5 jenis, diantaranya:
• Narasi
• Deskripsi
• Exposisi
• Persuasi
• Argumentasi

1) Narasi

Karangan narasi ialah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa yang biasanya disusun  menurut urutan waktu. Yang termasuk narasi ialah cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, biografi, otobiografi.

• Ciri-ciri/karakteristik karangan Narasi:

a. Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa.
b. Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir.
c. Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian.
d. Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci

•Pola narasi secara sederhana:

Awal – tengah – akhir . Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca. Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konflik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.

• Contoh narasi:
Berisi fakta:

Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang

• Contoh narasi fiksi:

Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, wit, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah May, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.

•Langkah menyusun
narasi (fiksi):

Langkah menyusun narasi (fiksi)melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H.
– W = Where (Di mana lokasi ceritanya)
– W = Who (Siapa pelaku ceritanya)
– W = What (Apa yang akan diceritakan)
– W = When (kapan peristiwa itu berlangsung)
– W = Why (Mengapa peristiwa itu terjadi)
– H = How (Bagaimana cerita itu dipaparkan).

2) Deskripsi

Karangan Deskripsi ialah karangan yang menggambarkan atau melukiskan sesuatu seakan-akan pembaca melihat, mendengar, merasakan, mengalaminya sendiri.

• Ciri-ciri / karakteristik karangan deskripsi

a.  Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu.
b. Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar sendiri suatu objek yang dideskripsikan.
c.  Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa tempat, manusia, dan hal yang di personifikasikan.
d. Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis.

• Contoh deskripsi berupa fiksi:

Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga, bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.

•Langkah menyusun deskripsi:

– Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan
– Tentukan tujuan
– Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan
– Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan
– Kembangkan kerangka menjadi deskripsi.

3) Eksposisi

Karangan Eksposisi adalah bentuk karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan, memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.

• Ciri-ciri/karakteristik karangan Eksposisi

a. Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya.
b. Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual).
c. Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak.
d. Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada.
e. Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu.

• Contoh:

Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.

• Topik yang tepat untuk eksposisi,antara lain:

– Manfaat kegiatan ekstrakurikuler.
– Peranan majalah dinding di sekolah-Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil.

• Catatan: Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.

Contoh paparan proses:

Cara mencangkok tanaman:
1. Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya.
2. Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm.
3. Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm.

• Langkah menyusun eksposisi:
– Menentukan topik/tema.
– Menetapkan tujuan.
– Mengumpulkan data dari berbagai sumber.
– Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih.
-Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.

4) Persuasi

Karangan Persuasi adalah karangan yang tujuannya untuk membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.

• Contoh persuasi:

Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA, kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolah raga.

• Topik/tema yang tepat untuk
karangan persuasi, misalnya:

– Katakan tidak pada NARKOBA
– Hemat energi demi generasi mendatang.
– Hutan sahabat kita.
– Hidup sehat tanpa rokok.
– Membaca memperluas cakrawala.

• Langkah menyusun karangan persuasi:

– Menentukan topik/tema.
– Merumuskan tujuan.
– Mengumpulkan data dari berbagai sumber.
– Menyusun kerangka karangan.
– Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi.

5) Argumentasi

Karangan Argumentasi adalah karangan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.

• Ciri-ciri/karakteristik karangan Argumentasi

a. Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca
b. Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar.
c. Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
d. Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas.
e. Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian.

• Contoh:
Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

• Tema/topik yang tepat untuk argumentasi, misalnya:

– Disiplin kunci sukses berwirausaha.
– Teknologi komunikasi harus segera dikuasai.
– Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial.

• Langkah menyusun argumentasi :

– Menentukan topik/ tema.
– Menetapkan tujuan.
– Mengumpulkan data dari berbagai sumber
– Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih.
– Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s